Pages

Kamis, 05 April 2012

DUA KERUGIAN AKIBAT MENYIBUKKAN DIRI DENGAN DUNIA

Renungan. Sebagai manusia tentunya kita tidak luput dari yang namanya kebutuhan akan dunia. Tetapi, kebutuhan akan dunia itu jangan sampai membuat kita lalai akan akan adanya akhirat. Agama sendiri mengajarkan kita untuk menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Di zaman sekarang ini banyak manusia yang sibuk mencari dunia tapi lalai dalam mencari bekal akhiratnya.

Seorang penyair berkata:
Wahai orang yang sibuk dengan dunia
sungguh ia telah tertipu oleh panjangnya angan-angan
Atau setelah berada dalam kelalaian hingga ajal mendekatinya
Kematian itu datang tanpa pemberitahuan
Balasan amal perbuatan menanti di alam kubur
Bersabarlah dalam menghadapi kesusahan dunia
Sebab tiada kematian kecuali jika ajalnya.

Rasulullah SAW bersabda:
"Menjauhi kesenangan dunia lebih pahit rasanya dari daripada pahitnya brotowali dan lebih menyakitkan daripada sabetan pedang di medan perang. Tiada seorangpun yang menjauhinya, melainkan akan dianugerahi Allah SWT pahala yang sama seperti yang diberikan Nya kepada para syuhada. Cara menjauhi kesenangan duniawi adalah dengan sedikit makan dan tidak terlalu kenyang serta tidak suka dipuji orang lain. Barang siapa yang suka dipuji orang, berarti dia menyukai dunia dan kesenangannya. Oleh karena itu, barang siapa yang ingin meraih kesenangan yang hakiki hendaklah menjauhi keduniawian dan pujian orang lain"(HR. Dailami)

"Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya maka Allah SWT akan membuat baik semua urusannya, dan menjadikan kekayaan dalam hatinya, dan dunia akan datang dengan mudah. Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan mencerai beraikan urusannya, menjadikan kefakiran ada di depan matanya, dan dunia tidak akan datang kepadanya, kecuali sebatas yang telah ditentukan."

Wallahu A'lam Bisshawab...
Semoga Bermnafaat ...!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar