Pages

Rabu, 11 Januari 2012

KISAH SEORANG AYAH, ANAK, DAN KELEDAI TUNGGANGAN

Renungan. Ada sebuah kisah di mana seorang ayah dan anaknya akan pergi ke kampung sebelah. Mereka membawa tunggangan seekor keledai. Saat berangkat dari rumah, karena hanya membawa seekor keledai, Si Ayah menyuruh anaknya untuk menuntun keledainya, saat melewati kerumunan orang di pasar, ada yang nyeletuk, "Dasar orang tua tidak punya kasian, dia enak-enakan naik keledai, anaknya disuruh jalan kaki". Demi mendengar itu si ayah turun.

Maka, si anak disuruh naik keledai, dan ayahnya menuntun keledai itu. Baru setengah perjalanan, mereka melewati sekumpulan orang. Maka terdengar lagi orang nyeletuk, "Wah...anak nggak punya sopan santun, dia enak-enakan naik keledai, ayahnya disuruh menuntun!". Karena mendengar omongan seperti itu, maka turunlah si anak. Ayahnya bilang," Sudah kita naik bareng saja!".

Maka mereka naik keledai bersama-sama, ternyata ketika mereka bertemu orang lagi, mereka disindir," Dasar nggak punya perasaan, masak keledai kecil begitu dinaiki berdua, apa nggak kasian?". Akhirnya mereka turun, dan melanjutkan perjalanan tanpa menaiki keledai itu, belum juga kesal diomongkan orang hilang, ada oranng menyindir lagi, "Dasar orang bodoh, ada kendaraan kok nggak dipakai, malah jalan kaki!".

Maka berhentilah mereka di pinggir sungai, dan dilepaskanlah keledai itu. Sambil duduk istirahat di pinggir sungai, Si Ayah berkata pada anaknya," Anakku pelajaran apa yang kamu dapat hari ini?", Si Anak bingung, Dia menjawab,"Aku tidak tahu ayah, setahu mulai tadi kita disalahkan terus sama orang-orang, betul begitu ayah?".

Dengan bijaksana Si Ayah berkata,"Ya..begitulah hidup anakku, manusia itu hanya bisa menilai dan mengkritik, padahal hal itu tidak ada manfaatnya bagi mereka. Kalaulah kita menuruti setiap omongan manusia, maka selamanya kita tidak akan bisa benar, karena pendapat setiap orang berbeda dan relatif, kita harus punya pendirian dan prinsip, selama kita tidak merugikan orang lain, dan tidak melanggar syariat Allah SWT dan RasulNya, maka jalankanlah."

Kadang kita sering menghadapi hal semacam itu, ketika kita melakukan suatu hal ataupun banyak orang yang mendukung dan tidak jarang yang menjatuhkan kita dengan omongan dan sindiran-sindirannya. Sebagai seorang muslim, kita harus yakin selama perbutan kita tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar syariat, maka Allah SWT pasti menolong kita. Janganlah berbuat sesuatu karena manusia, tapi berbuatlah segala sesuatu itu karena Allah SWT. Apabila kita selalu terpaku pada pendapat manusia, bukan karena Allah SWT dan RasulNya, maka kehancuran yang akan menimpa hidup kita. Wallahu A'lam Bisshawab

Reaksi:

1 komentar:

Posting Komentar